Pada perjalanan pertamanya ke Vietnam, Kerri King, seorang penulis perjalanan dan kreator konten dari Aotearoa, Selandia Baru, memilih rencana perjalanan yang padat melalui Hanoi, Ho Chi Minh City, atau Phu Quoc.

Sebaliknya, dia dan keluarganya menghabiskan 11 hari sepenuhnya di Hoi An. Awalnya, keputusan ini didorong oleh kebutuhan praktis untuk bepergian dengan putrinya yang berusia 9 tahun, dengan tujuan menghindari perjalanan yang terus-menerus. Tetapi Hoi An lebih dari sekadar pilihan yang nyaman. Lebih dari 10 hari di kota kuno itu membuat turis Selandia Baru ini tidak merasa bosan, dan dia bahkan pulang dengan keinginan untuk kembali ke Vietnam berkali-kali lagi.

Menurut Kerri King, Hoi An memiliki begitu banyak hal untuk ditawarkan sehingga keluarganya tidak akan menyesal melewatkan destinasi lain. Kota ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati pantai sambil menjelajahi budaya, kuliner , kerajinan tradisional, dan kehidupan lokal dengan jadwal yang santai.

Bagi Kerri King, pantai An Bang adalah salah satu momen paling berkesan dalam perjalanannya ke Hoi An.

Setelah mendarat di Bandara Internasional Da Nang, keluarga Kerri King hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke hotel mereka di Hoi An. Dari sana, mereka dapat dengan mudah berkeliling menggunakan Grab atau sepeda gratis dari hotel untuk menjelajahi kota tua dan daerah sekitarnya.

Kehidupan yang tenang dan santai inilah yang membuat perjalanan ini unik. Di pagi hari, keluarga bersantai di pantai An Bang. Di siang hari, mereka berjalan-jalan di kota tua, mengagumi tembok-tembok kuning, tanaman bougainvillea yang semarak, dan jalan-jalan khas Hoi An.

Meskipun mereka bisa melakukan perjalanan sehari ke Marble Mountains atau Ba Na Hills, keluarga Kerri King jarang meninggalkan Hoi An. Satu-satunya perjalanan mereka ke luar kota tua adalah ke taman hiburan. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk menikmati Hoi An itu sendiri, daripada terus-menerus berpindah-pindah antara lokasi yang berbeda.

Kerri King menikmati mi Cao Lau.

Kuliner adalah salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan 11 hari itu. Selain hidangan internasional, Kerri King sangat terkesan dengan cao lầu dan nasi ayam.

Keluarganya juga mencoba teh Mót, minuman populer yang sering ditampilkan di media sosial. Rasanya yang menyegarkan menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan selama perjalanan.

Namun, yang paling meninggalkan kesan mendalam adalah kopinya. Setelah menikmati kopi kelapa dan kopi susu kental manis di banyak kafe di atap gedung, Kerri King menjadi pencinta kopi Vietnam. Setelah kembali ke Jepang, tempat tinggalnya, turis wanita ini masih rutin memesan kopi Vietnam.

Di luar kota kuno, desa-desa kerajinan tradisional juga berkontribusi pada daya tarik Hoi An bagi wisatawan Selandia Baru. Keluarganya mencoba membuat tembikar di Thanh Ha, membuat lampion sutra, mengukir kayu di desa pertukangan Kim Bong, dan mempelajari cara menggiling kulit kayu manis menjadi bubuk untuk dupa. Barang-barang kerajinan tangan yang mereka bawa pulang dari perjalanan menjadi suvenir, dipajang dan digunakan sehari-hari.

Di Hoi An, Kerri King dan keluarganya berpartisipasi dalam banyak pengalaman langsung, termasuk pembuatan tembikar.

Momen mengesankan lainnya adalah pertunjukan “Kenangan Hoi An”, di mana sekitar 500 seniman menciptakan kembali sejarah perdagangan wilayah tersebut yang telah berusia berabad-abad di panggung terbuka.

Sebelum datang ke Vietnam, Kerri King khawatir bahwa kemacetan lalu lintas dapat membuat perjalanan dengan anak-anak kecil menjadi menegangkan. Namun, Hoi An menawarkan pengalaman yang lebih menyenangkan daripada yang dia bayangkan. Kota tua ini membatasi kendaraan bermotor selama jam-jam tertentu, dan banyak kegiatan seperti memasak, membuat lampion, dan mengunjungi desa kerajinan cocok untuk anak-anak.

Hal yang paling diingat keluarga adalah keramahan orang-orangnya. Mulai dari staf hotel yang meluangkan waktu untuk mengepang rambut seorang gadis berusia 9 tahun hingga para penjahit yang mengobrol dengan terbuka, keramahan terlihat jelas dalam banyak momen kecil.

Kerri King percaya bahwa Vietnam memiliki banyak destinasi lain yang layak dijelajahi. Namun, bagi keluarganya, Hoi An telah menjadi tolok ukur untuk membandingkan pengalaman perjalanan mereka dengan banyak tempat lain.

Sumber: https://znews.vn/du-khach-new-zealand-o-hoi-an-11-ngay-chua-chan-post1661343.html