Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Laos, pertemuan Komite Penasihat ASEAN untuk Sains, Teknologi, dan Inovasi (BAC-20) ke-20 diadakan di Vientiane pada tanggal 22 Juni, dipimpin bersama oleh Dr. Khairul Rizal, Direktur Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia dan Ketua BAC, dan Bapak Kiengkay Ounmany, Wakil Direktur Pusat Pendidikan dan Pengembangan Komunitas Asia Tenggara (SEAMEO) di bawah Kementerian Pendidikan dan Olahraga Laos, dengan partisipasi perwakilan dari negara-negara anggota ASEAN (AMS) dan pemangku kepentingan terkait.

Pada konferensi tersebut, para delegasi mendengarkan laporan dan membahas beberapa agenda penting, khususnya pemantauan kemajuan Rencana Kerja Ekonomi Prioritas (PED) tahunan untuk tahun 2025 dan 2026 dari Komite ASEAN tentang Sains, Teknologi, dan Inovasi (COSTI), khususnya pencapaian Proyek ASEAN Tech Startup Ignite Fase II pada tahun 2025 yang dipresentasikan oleh Malaysia; kemajuan Rancangan Deklarasi ASEAN tentang Mempromosikan Kerja Sama dalam Inovasi, Teknologi, dan Ilmu Ruang Angkasa; dan Rencana Regional tentang Sains, Teknologi, dan Inovasi dalam Kecerdasan Buatan (AI) Fase I di Sektor Kesehatan pada tahun 2026, yang dipresentasikan oleh Filipina di bawah kepemimpinan bersama Laos.

Selain itu, delegasi membahas dan menyetujui hasil kunci tahunan yang diusulkan untuk tahun 2027 di bawah Inisiatif ASEAN-EU Elevate untuk meningkatkan kapasitas Kantor Transfer Teknologi ASEAN, sebuah kolaborasi antara ASEAN dan Uni Eropa.

Sementara itu, Sekretariat ASEAN (ASEC) juga melaporkan perkembangan status keuangan dan kontribusi kepada Dana Sains , Teknologi, dan Inovasi ASEAN (ASTIF), dan mengumumkan rencana untuk menerima proposal proyek di bawah Panggilan ASTIF 2026, membuka peluang bagi para peneliti di ASEAN untuk mengajukan proposal proyek teknologi kolaboratif.

Untuk memastikan implementasi Rencana Aksi Sains, Teknologi, dan Inovasi ASEAN (APASTI) 2026-2035 yang paling efektif, konferensi ini juga membahas kemajuan pengembangan Dasbor Pemantauan dan Evaluasi (M&E Dashboard) dan meninjau Kerangka Acuan (Terms of Reference/ToR) organisasi di bawah arahan COSTI agar selaras dengan arah pengembangan di masa mendatang.

Pada konferensi tersebut, delegasi juga membahas dan menyetujui Laporan Konferensi BAC-20, sambil menunggu konfirmasi lebih lanjut. Bersamaan dengan itu, Vietnam mengusulkan untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Komite Penasihat BAC berikutnya (BAC-21).

Konferensi BAC-20 merupakan kesuksesan besar, yang menunjukkan tekad Laos dan negara-negara anggota ASEAN dalam kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang kuat dan berkelanjutan.

(VNA/Vietnam+).

Sumber: https://www.vietnamplus.vn/asean-hop-tac-khoa-hoc-cong-nghe-thuc-day-kinh-te-tang-truong-ben-vung-post1119891.vnp