Jakarta –.
Presiden Prabowo Subianto mengakui gaji guru dan ASN kurang baik karena uang uang negara terus dicuri pihak tak bertanggung jawab. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi mengapresiasi Prabowo mengakui hal tersebut.
“Terima kasih kalau Presiden mengakui bahwa guru itu kurang, memang kenyataannya itu sangat kurang. Jadi terima kasih atas keterusterangannya dan kami berharap bahwa tata kelola pendidikan, efisiensi, dan lain sebagainya itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” kata Unifah saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: Aria Bima PDIP Ungkap Dana Transfer ke Daerah Bakal Jadi Rp 600 T di 2027
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT.
Ia menekankan kesejahteraan guru memang menjadi perhatian PGRI selama ini. Dia pun berharap pemerintah meningkatkan gaji guru.
“Kesejahteraan guru dan profesionalisme serta perlindungan menjadi concern PGRI. Jadi, dengan kondisi guru yang sederhana ini diharapkan dapat ditingkatkan kualitas dan kesejahteraannya dari waktu ke waktu,” ucap dia.
Unifah menyebut guru tidak muluk-muluk dalam menuntut kesejahteraan. Dia juga berharap ada standar gaji bagi guru.
“Kalau kami sih nggak egois sih ya. Minimum satu kali gaji pokok dan ada apa namanya standar gaji minimum buat guru itu adalah kebahagiaan bagi kami karena kita mengerti negara juga sedang menghadapi berbagai tantangan. Karena itu kalau ada UMR ya gaji juga ada pendapatan minimum gaji,” ujarnya.
Terkait jumlah kenaikan, kata dia, yang baik untuk para guru adalah 100 persen dari gaji pokok. Meski begitu, dia mengakui standar itu juga belum cukup bagi para guru.
“Di mana di angka berapakah? Minimal 100 persen, minimal 100 persen dari gaji pokok itu adalah paling sedikit. Walaupun itu belum mencukupi, tapi dengan ada standarisasi seperti itu, teman-teman tuh nggak berharap terlalu yang kita tahu bahwa guru itu profesionalisme dan pengabdian adalah dua hal yang nggak bisa dipisahkan ya,” ucap dia.
Namun demikian, Unifah menekankan para guru juga tidak terlalu ambisius terhadap persoalan gaji. Hanya saja, dia menyebut satu kali gaji pokok sudah diatur di dalam UU Guru dan Dosen.
“Rancangan itu minimum satu kali gaji pokok buat guru itu paling tidak sudah wajib untuk dilakukan,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan para honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dia berharap mereka bisa segera menjadi PNS.
“Karena jangan sampai mereka sedang bekerja memikirkan hal-hal yang terkait dengan kondisi perut gitu, ya kondisi apa namanya minimum keluarga lah. Ya paling nggak mereka itu bisa tenang bekerja, mendidik dengan baik itu harapannya ya. Harapannya seperti itu. Kita tidak berlebihan, kita mengerti bahwa negara banyak fokus priority-nya tapi mengorbankan gaji tenaga kependidikan, guru, dosen gitu itu sangat tidak bijaksana,” tutur dia.
Baca juga: Prabowo Akui Gaji Guru Kurang Baik, Komisi X DPR: Layaknya Minimal Rp 5 Juta
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebocoran kekayaan negara sangat berdampak pada anggaran negara. Dia mengakui gaji guru dan PNS masih kurang baik lantaran uang negara terus dicuri pihak tak bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
“Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara,” kata Prabowo.
Halaman 2 dari 2.
(maa/jbr).

