Ekuador tiba di Piala Dunia 2026 dengan catatan performa yang sangat mengesankan. Sebelum kekalahan mereka dari Pantai Gading, tim asuhan Sebastian Beccacece telah mencatatkan 19 pertandingan beruntun tanpa terkalahkan. Permainan disiplin mereka, pertahanan yang solid, dan kemampuan untuk beralih dengan cepat antara fase menyerang dan bertahan telah menjadikan Ekuador salah satu tim yang paling sulit dikalahkan di Amerika Selatan.
Meskipun kehilangan poin di pertandingan pertama mereka, penampilan Ekuador masih menunjukkan banyak tanda positif. Mereka bermain seimbang dengan Pantai Gading hampir sepanjang pertandingan, menciptakan banyak peluang berbahaya tetapi kurang tajam di momen-momen krusial. Satu momen kelengahan di akhir pertandingan sangat merugikan Ekuador, mengakibatkan satu-satunya gol yang kebobolan dan mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka.
Pertandingan antara Ekuador dan Curaçao akan berlangsung pada pukul 07.00 pagi tanggal 21 Juni, sebagai bagian dari babak kedua Grup E di Piala Dunia 2026. Foto:FPT Play
Saat ini, Ekuador belum meraih poin dan untuk sementara berada di posisi ketiga Grup E. Dengan Jerman dan Pantai Gading yang akan saling berhadapan langsung di babak ini, kemenangan melawan Curaçao akan membantu tim Amerika Selatan itu memperkecil jarak dengan tim-tim di grup teratas, sekaligus memberi mereka keuntungan psikologis sebelum menghadapi Jerman di pertandingan terakhir.
Harapan Ekuador terus bertumpu pada lini tengah dengan kehadiran Moises Caicedo, pemain yang mampu mengendalikan permainan dan merebut bola dengan cukup efektif. Di lini depan, kapten Enner Valencia tetap menjadi nama yang paling dinantikan berkat pengalamannya dan insting mencetak gol yang telah terbukti di tim nasional.
Di sisi lain, Curaçao mengalami debut Piala Dunia yang mengecewakan, kalah 7-1 dari Jerman. Namun, kekalahan ini juga sebagian mencerminkan perbedaan kelas yang sangat besar dibandingkan dengan kandidat juara.
Patut dicatat bahwa Curaçao mempertahankan semangat juang yang positif hampir sepanjang babak pertama dan bahkan mencetak gol pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia. Namun, keterbatasan mereka dalam pengalaman, organisasi pertahanan, dan ketenangan di panggung besar menjadi jelas ketika mereka berulang kali membiarkan lawan mereka mengeksploitasi celah di pertahanan pada babak kedua.
Untuk mengatasi kelemahan pertahanan, pelatih Dick Advocaat pasti akan merancang strategi untuk meningkatkan pertahanan dan menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih ketat guna membatasi kekuatan serangan lawan. Namun, melawan lawan yang berada di bawah tekanan untuk menang, Curaçao kemungkinan akan menghadapi tekanan yang sangat besar sejak menit-menit awal.
Dari segi kekuatan skuad, Ekuador jelas lebih unggul. Mayoritas pemain mereka berkompetisi di liga-liga top Eropa dan Amerika Selatan, sementara Curaçao masih mengandalkan semangat juang dan kekompakan tim. Perbedaan kualitas skuad dan pengalaman internasional diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan ini.
Jika Ekuador mampu memanfaatkan peluang dan tetap fokus sepanjang pertandingan, mereka sepenuhnya mampu mengendalikan permainan. Curaçao mungkin akan menimbulkan beberapa kesulitan dengan taktik bertahan mereka, tetapi akan sangat sulit untuk menghentikan tekanan terus-menerus dari tim Amerika Selatan tersebut.
Prediksi susunan pemain untuk Ekuador dan Curaçao:
Ekuador: Ramirez; Estupinan, Torres, Porozo, Hurtado; Caicedo, Castillo; Angulo, Guagua, Yeboah; Valencia
Curacao: Kamar; Sambo, Obispo, Gaari, Floranus; Comenencia, J.Bacuna, L.Bacuna; Chong, Gorre, Antonisse.
Sumber: https://www.qdnd.vn/the-thao/worldcup-2026/nhan-dinh-ecuador-va-curacao-7-gio-ngay-21-6-co-hoi-khong-the-bo-lo-1045196

