جدول المحتوى
.
Lionel Messi sekali lagi membuktikan mengapa ia tetap menjadi jantung dan jiwa tim nasional Argentina. Dalam pertandingan Grup J yang dramatis di Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, superstar berusia 38 tahun itu mengalami berbagai macam emosi: dari kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti hingga kejayaan tertinggi saat ia secara resmi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen tersebut.
Peristiwa seismik dalam adu penalti dan ketahanan ‘Albiceleste’.
Pertandingan dimulai dengan sang juara bertahan mendominasi sepenuhnya. Pada menit ke-7, Argentina memiliki peluang emas untuk membuka skor ketika Lautaro Martinez dilanggar di dalam kotak penalti. Setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit Amin Mohamed Omar memberikan penalti.
Seluruh stadion Dallas menahan napas saat Lionel Messi maju. Namun, skenario tak terduga terjadi: tembakan pemain nomor 10 itu melenceng jauh dari tiang gawang, membuat jutaan penggemar terkejut. Meskipun demikian, kesalahan ini tidak menggoyahkan semangat “Penari Tango”. Mereka terus mempertahankan penguasaan bola yang luar biasa melawan tekanan tanpa henti dari tim Eropa tersebut.
Momen bersejarah Lionel Messi.
Setelah berbagai upaya untuk mengepung gawang Alexander Schlager, titik balik terjadi pada menit ke-38. Dari umpan silang yang ditempatkan dengan sempurna oleh bek Facundo Medina, Messi mengeksekusi penyelesaian satu sentuhan yang apik, mengirim bola langsung ke sudut gawang.
Gol ini memiliki makna historis yang sangat besar. Dengan 17 gol, Lionel Messi secara resmi melampaui legenda Jerman Miroslav Klose untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia.
Pertempuran taktis dan upaya Ralf Rangnick
Di babak kedua, tim Austria, di bawah arahan pelatih Ralf Rangnick, meningkatkan tempo permainan dan memainkan permainan bertekanan tinggi. Pada menit ke-54, Marcel Sabitzer menandai penampilan ke-100-nya untuk tim nasional dengan tendangan bebas berbahaya, tetapi penyelamatan gemilang dari kiper Emiliano Martinez menggagalkan upaya tim Eropa untuk menyamakan kedudukan.
Melihat tanda-tanda kebingungan di lini pertahanan di bawah tekanan dari lawan, pelatih Lionel Scaloni melakukan perubahan personel yang pragmatis. Nicolas Otamendi, Rodrigo De Paul, dan Leandro Paredes dimasukkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan tim dan menjaga tempo permainan.
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir waktu tambahan (90+4′), di tengah serangan habis-habisan Austria, Messi sekali lagi muncul di saat yang tepat. Setelah terjadi perebutan bola di area penalti, ia melepaskan tembakan jarak dekat untuk memastikan kemenangan 2-0, sekaligus meningkatkan rekor pribadinya menjadi 18 gol di Piala Dunia.
Statistik pertandingan setelah Argentina vs Austria
Parameter
Pahlawan
Kemeja.
Skor
2
0.
Sasaran
Lionel Messi (38′, 90+4′)
Tetapi.
Kartu kuning
Facundo Medina (76′)
Konrad Laimer (76′).
Kemenangan ini tidak hanya membantu Argentina menegaskan kekuatan mereka sebagai kandidat juara, tetapi juga menjadi penegasan yang kuat akan kelas Lionel Messi yang tak lekang oleh waktu. Dengan 6 poin setelah dua pertandingan, tim Tango memiliki peluang besar untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Sumber: https://baodanang.vn/messi-lap-cu-dup-lich-su-argentina-khuat-phuc-tuyen-ao-tai-world-cup-2026-3341453.html

