Erling Haaland mencetak dua gol untuk membantu Norwegia mengalahkan Senegal 3-2 di Grup I. Messi juga menunjukkan performa “luar biasa”nya dengan dua gol melawan Austria, sehingga total golnya di Piala Dunia 2026 menjadi lima hanya dalam dua pertandingan.
Superstar lainnya, Kylian Mbappe, juga sama mengesankannya. Striker Prancis itu menyumbangkan dua gol dalam kemenangan 3-0 timnya atas Irak. Semua ini menunjukkan bahwa pertandingan pada pagi hari tanggal 23 Juni merupakan pertunjukan spektakuler dan berkelanjutan dari para superstar.
Konteks tersebut semakin menambah tekanan pada superstar lainnya: Cristiano Ronaldo. Tim Portugal-nya bermain imbang 1-1 dengan Republik Demokratik Kongo di pertandingan pembuka mereka, dan ia sendiri tidak mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Bagi seorang pemain dengan keinginan mencetak gol yang begitu kuat seperti CR7, pertandingan tanpa gol itu merupakan sebuah aib.
Superstar berusia 41 tahun itu juga menghadapi kritik karena kurangnya pengaruh dan ketidakmampuannya memimpin tim melewati momen-momen sulit. Banyak yang mempertanyakan apakah sudah saatnya Portugal meninggalkan ketergantungannya pada pemain terhebat sepanjang masa mereka.
Daya tarik Ronaldo begitu besar sehingga diskusi seputar sang striker mendominasi perdebatan sejak hasil imbang melawan Republik Demokratik Kongo. Lebih jauh lagi, beberapa bintang Portugal lainnya, dari Rúben Dias hingga João Neves, secara tidak sengaja memicu kehebohan di media sosial dengan komentar mereka tentang peran sang kapten.
Oleh karena itu, Ronaldo bertekad untuk bersinar dan membawa kemenangan bagi timnya dalam pertandingan hari ini melawan Uzbekistan. Hanya kemenangan yang akan membantu Portugal menghapus hasil mengecewakan dari pertandingan pembuka mereka dan memberi mereka posisi yang solid sebelum pertandingan terakhir babak penyisihan grup melawan Kolombia.
Sumber: https://tienphong.vn/truc-tiep-bo-dao-nha-vs-uzbekistan-00h00-ngay-246-cho-ronaldo-len-tieng-post1853860.tpo

