Dalam konteks ekspansi e-commerce yang terus kuat di Vietnam, model bisnis para penjual menjadi semakin kompleks. Efisiensi operasional tidak lagi hanya bergantung pada produk dan harga, tetapi juga pada kemampuan manajemen toko, pengembangan konten, optimasi tampilan, dan manajemen pengalaman pelanggan.
Perubahan ini menuntut peningkatan kebutuhan akan keterampilan digital dan kemampuan operasional di kalangan penjual, sejalan dengan strategi pengembangan e-commerce nasional. Menurut Keputusan No. 1568/QD-BCT Kementerian Perindustrian dan Perdagangan tentang “Rencana Induk Pengembangan E-commerce Nasional untuk periode 2026-2030,” kegiatan pelatihan dan pengembangan keterampilan digital diidentifikasi sebagai fokus utama, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aplikasi e-commerce di seluruh negeri dan berkontribusi untuk mempersempit kesenjangan pembangunan antar daerah.
Faktanya, tren pelatihan di bidang e-commerce juga bergeser kuat ke arah model yang fleksibel dan mudah diakses, seperti pelatihan online, yang membantu mengurangi hambatan geografis dan memfasilitasi penjual di banyak wilayah. Seiring dengan itu, konten pelatihan semakin dirancang agar lebih selaras dengan kebutuhan aktual sepanjang perjalanan bisnis di platform tersebut.
Pembelajaran berjalan seiring dengan praktik.
Program pelatihan dalam ekosistem e-commerce semakin bergeser ke arah aplikasi praktis. Konten sering kali berputar di sekitar masalah operasional spesifik seperti mengoptimalkan toko online, membangun konten produk, mengelola periklanan, dan meningkatkan rasio konversi. Bersamaan dengan itu, banyak model pelatihan yang berbasis pada “studi kasus dunia nyata” juga banyak diterapkan.
Sejak saat itu, Shopee University telah menjadi titik penting dalam perjalanan membangun jaringan dan pembelajaran bagi para penjual. Rata-rata, program pelatihan Shopee University menarik lebih dari 4.000 pendaftaran setiap bulan, yang mencerminkan meningkatnya permintaan akan peningkatan keterampilan e-commerce di kalangan penjual.
Salah satu daya tarik utama adalah kursus pelatihan “Pemeriksaan Toko”, di mana para penjual berpengalaman secara langsung menganalisis kinerja toko online, biasanya 3-5 toko per sesi. Kursus ini berfokus pada “penguraian” situasi operasional dunia nyata seperti gambar produk, deskripsi, strategi penetapan harga, dan optimasi tampilan. Pendekatan ini menggeser proses pelatihan dari dialog satu arah menjadi dialog dua arah, memungkinkan peserta didik untuk bertukar ide tentang situasi spesifik dan menemukan solusi yang sesuai untuk toko online mereka.
Kursus pelatihan ini dirancang untuk fokus pada masalah umum yang dihadapi penjual saat berbisnis di platform tersebut.
Secara paralel, program untuk peritel baru juga diimplementasikan secara lebih sistematis, membantu para peserta didik untuk mengenal prinsip-prinsip operasional dasar, cara membangun toko, dan membentuk strategi pertumbuhan di tahap awal.
Salah satu contoh utamanya adalah program “Pengantar Berjualan di Marketplace Online” yang diimplementasikan oleh Shopee University, yang menghubungkan berbagai metode pelatihan, termasuk talk show dengan para ahli dan webinar tentang panduan operasional dan pertumbuhan, menjadi jalur pembelajaran berkelanjutan yang cocok untuk para penjual di tahap awal.
Mulai dari peningkatan keterampilan hingga penerapan alat-alat untuk operasi praktis.
Selain kursus pelatihan tematik, tren terkini dalam pelatihan e-commerce bergeser ke arah program yang terkait dengan alat operasional praktis, terutama dalam pembuatan konten dan optimasi toko. Karena keputusan pembelian semakin dipengaruhi oleh bagaimana toko ditampilkan, mulai dari gambar produk hingga konten pemasaran, investasi dalam konten visual menjadi sangat penting untuk mempertahankan pengguna dan mendorong konversi. Namun, banyak penjual, terutama usaha kecil, kesulitan dalam produksi gambar karena keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, kebutuhan akan alat yang sederhana dan mudah digunakan untuk mendukung pembuatan konten berkualitas semakin meningkat.
Memahami kebutuhan ini, Shopee berkolaborasi dengan Canva untuk menyelenggarakan webinar online yang berfokus pada panduan bagi para penjual tentang cara memanfaatkan alat desain untuk meningkatkan kualitas gambar toko online mereka, dan menarik lebih dari 600 penjual.
Sesi pelatihan online yang diselenggarakan oleh Shopee bekerja sama dengan Canva menarik banyak sekali penjual.
Selama sesi berbagi, para penjual Shopee diperkenalkan dengan ekosistem solusi komprehensif Canva, yang menonjolkan perangkat desain berbasis AI (Canva AI) dan ruang kreatif yang mendalam, Magic Studio. Selain itu, integrasi alat Canva Docs, Sheets, dan Presentations memberikan solusi optimal, menyederhanakan produksi konten dan manajemen bisnis. Hal ini memungkinkan para penjual untuk secara mandiri membangun sistem citra profesional, menarik pelanggan, dan membuat dokumen operasional toko yang terstruktur dengan baik. Secara bersamaan, para penjual menerima dukungan maksimal dengan voucher untuk akun Canva Pro gratis selama 6 bulan untuk mempermudah penerapan praktis alat tersebut.
Secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan e-commerce semakin praktis, bertujuan untuk membantu para penjual menerapkan apa yang mereka pelajari secara langsung ke dalam operasional sehari-hari mereka. Dalam konteks ekonomi digital yang terus berkembang, keterampilan digital dan kemampuan menggunakan alat daring menjadi faktor penting dalam membantu para penjual meningkatkan efisiensi bisnis dan mencapai pertumbuhan jangka panjang.
Sumber: https://hanoimoi.vn/ky-nang-van-hanh-so-tro-thanh-yeu-to-then-chot-trong-thuong-mai-dien-tu-viet-nam-1208009.html

